Jumat, 22 Januari 2010

5 April 2009

Riak-riak kecil bertelanjang kaki di hempasan angin


pribumi tua yang bangun pagi buta, memahami semesta

lewat tabung kaca gelap gulita yang ditaburi bintang kelana

merisaukan masa depan yang samar akan ujungnya

bau tanah mengganggu datangnya kabut hingga ke kaki bukit

pribumi tua mulai memandangi gubuk cahayanya yang temaram

meliputi hatinya yang kian cembung membumbung

kemaren sore banyak teriakan gila yang memekik ke dalam telinganya

ia hampir tak percaya suara pekikan itu menggaung diantara tebing yang mengapit dunia kecilnya yang damai

tak ada cerita lena yang mengumbar senyum mengerikan

yang ada teriakan elang yang mengumandangkan ayat2 rahasia semesta

melambat-laun mengayuh roda hatinya

barisan sentuhan awan hitam tipis bergelayut dibekas hujan semalam

meronta minta dibawa angin ke tempat yang sahangat jauh

cukup dulu sudah ia membawa kehidupan, kinii dia ingin beristirahat disamping mentari

mudah-mudahan pribumi tua tak akan lupa, meminta syukur pada Sang Kuasa

hingga dia akan datang kembali turun di tanah sang pribumi tua

yang kian menanti Tuhan meminta dirinya kembali





( April,5 2009 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

" The Journale- banyak yang harus direlakan...."

Mencintai itu sebuah pekerjaan besar dan mulia, ketika mencintai seharusnya tak menuntut untuk dicintai..._ Salim A Fillah (JCPP)

Cari Blog Ini

Daftar Blog Saya

Mengenai Saya

Foto saya
saya adalah saya, just it...

berkahwan dengan ukhuwah.

berkahwan dengan ukhuwah.
Curug Cinulang, We was here....

Pengikut