Riak-riak kecil bertelanjang kaki di hempasan angin
pribumi tua yang bangun pagi buta, memahami semesta
lewat tabung kaca gelap gulita yang ditaburi bintang kelana
merisaukan masa depan yang samar akan ujungnya
bau tanah mengganggu datangnya kabut hingga ke kaki bukit
pribumi tua mulai memandangi gubuk cahayanya yang temaram
meliputi hatinya yang kian cembung membumbung
kemaren sore banyak teriakan gila yang memekik ke dalam telinganya
ia hampir tak percaya suara pekikan itu menggaung diantara tebing yang mengapit dunia kecilnya yang damai
tak ada cerita lena yang mengumbar senyum mengerikan
yang ada teriakan elang yang mengumandangkan ayat2 rahasia semesta
melambat-laun mengayuh roda hatinya
barisan sentuhan awan hitam tipis bergelayut dibekas hujan semalam
meronta minta dibawa angin ke tempat yang sahangat jauh
cukup dulu sudah ia membawa kehidupan, kinii dia ingin beristirahat disamping mentari
mudah-mudahan pribumi tua tak akan lupa, meminta syukur pada Sang Kuasa
hingga dia akan datang kembali turun di tanah sang pribumi tua
yang kian menanti Tuhan meminta dirinya kembali
( April,5 2009 )
Jumat, 22 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
" The Journale- banyak yang harus direlakan...."
Mencintai itu sebuah pekerjaan besar dan mulia, ketika mencintai seharusnya tak menuntut untuk dicintai..._ Salim A Fillah (JCPP)
Cari Blog Ini
Daftar Blog Saya
Mengenai Saya
berkahwan dengan ukhuwah.
Curug Cinulang, We was here....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar